Sejarah Ledakan Bom Atom Hiroshima Dan Nagasaki, Peristiwa Berdarah Buat Jepang Menyerah Perang

Berikut sejarah meledaknya bom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang.

Bom atom pertama Amerika Serikat (AS) meledak di kota Hiroshima, Jepang pada 6 Agustus 1945.

Kemudian AS meledakan bom atom keduanya di kota Nagasaki, Jepang pada 9 Agustus 1945.

Akibat dari peristiwa ledakan bom atom dari kedua kota itu, banyak korban berjatuhan dari pihak Jepang.

Jika ditarik hingga tahun ini, peristiwa itu terjadi pada 77 tahun yang lalu.

Peristiwa itu juga menjadi peringatan penting bagi bangsa Indonesia, karena terjadi menjelang Proklamasi Kemerdekaan RI pada tanggal 17 Agustus 1945.

Mengapa penting, mari simak sejarah peristiwa meledaknya bom Hiroshima dan Nagasaki berikut ini.

Sejarah ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Sebelum pengeboman terjadi, ketegangan antara AS dan Jepang telah meningkat selama beberapa dekade sebelum Perang Dunia II.

Jepang menduduki wilayah Cina timur, yang menyebabkan perang antara kedua negara pada 1937.

Dikutip laman science.org, AS dan negara-negara barat telah menghentikan ekspor bahan-bahan vital ke Jepang mulai akhir 1937.

Baca juga :  Kunci Jawaban PJOK Kelas 8 Halaman 118 119 120 121, Aktifitas Permainan Softball

Hal itu ditujukan untuk mencegah upaya Jepang ekspansi ke wilayah yang lebih luas lagi.

AS dan negara-negara sekutunya mencoba bernegosiasi agar Jepang mundur dari China.

Mereka berjanji AS akan mulai mengekspor bahan bakar lagi pada akhir tahun 1941, tetapi tidak ada kesepakatan persyaratan di antara keduanya.

Namun Jepang malah melancarkan serangan udara di pangkalan udara AS Pearl Harbor, Hawaii pada 7 Desember 1941.

Peristiwa itu menewaskan 2.403 tentara AS dan melukai 1.178 lainnya.

Serangan itu dinilai sebagai kejahatan perang karena terjadi tanpa pemberitahuan dan saat pembicaraan damai sedang berlangsung.

Baik pihak AS maupun Jepang menyatakan perang satu sama lain tak lama setelah serangan itu.

AS dan Jepang telah berperang selama hampir empat tahun, sejak April 1941.

Pertempuran sengit di Pasifik telah merenggut nyawa jutaan dari pihak orang Jepang dan AS.

Dua bulan sebelumnya, pada Mei 1945, Jerman menyerah tanpa syarat pada Perang di Eropa.

Baca juga :  Sejarah Singkat Kemerdekaan RI, Tunduknya Jepang Pada Sekutu Hingga Perumusan Teks Proklamasi

Kemudian AS mempersiapkan invasi darat ke Jepang.

Pada saat yang sama, AS sedang mengembangkan pembuatan bom nuklir sejak akhir 1930-an.

Bom sudah siap pada musim panas 1945, kemudian Sekutu menyerukan Jepang untuk menyerah pada akhir Juli 1945.

Sekutu mengancam akan terjadi “kehancuran total” jika Jepang tak menyerah.

Karena Jepang tak kunjung mengibarkan bendera putih.

Maka pada 6 Agustus 1945, sebuah bom uranium yang dijuluki Little Boy dijatuhkan di Hiroshima.

Kota Hiroshima hancur sekejap, puluhan ribu orang tewas seketika dan sebanyak 146.000 orang tewas tiga bulan setelah serangan bom tersebut.

Banyak korban dilaporkan menderita kanker dan bentuk penyakit lain yang disebabkan oleh radiasi bom.

Banyak bangunan hancur total atau rusak.

Pihak Jepang menyadari serangan lain bisa terjadi setelah Hiroshima.

Tetapi tekad orang Jepang memutuskan untuk bertahan daripada menyerah.

Serangan berikutnya, bom plutonium berjuluk Fat Man, jatuh di Nagasaki pada 9 Agustus.

Sebanyak 80.000 orang tewas, sebagian besar korbannya adalah warga sipil.

Baca juga :  Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 10 Halaman 124 Bagian Reading, Task 2: Hari Pahlawan 10 November

Hiroshima dan Nagasaki dipilih menjadi target pemboman karena menjadi pusat militer dan industri.

Dari kedua wilayah itu juga sebagai pemasok sumber daya angkatan bersenjata Jepang, pembuatan senjata, dan teknologi militer lainnya.

Setelah peristiwa kelam itu, Jepang menyerah pada 15 Agustus 1945.

Alasan AS menjatuhkan Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki

Dikutip dari History.com, Presiden AS Truman pada saat itu menginginkan penggunaan bom atom untuk melawan Jepang, karena ingin mempersingkat perang di Pasifik.

AS berdalih dengan begitu mereka dapat menghindari invasi ke Jepang dan menyelamatkan ratusan ribu nyawa orang Amerika.

Sebab Jepang dikenal dengan bangsa yang tidak pernah menyerah ketika selama perang berlangsung.

Menurut sejarawan Gar Alperovitz, penulis buku “The Decision to Use the Atomic Bomb”, tujuan penggunaan bom ini juga bertujuan untuk menagalahkan Uni Soviet.

Amerika Serikat mengerahkan bom plutonium di Nagasaki untuk memperjelas kekuatan persenjataan nuklirnya dan memastikan supremasi negara dalam hierarki kekuatan global.

(Tribunnews.com/ Muhammad Alvian Fakka)