Prospek Kerja Jurusan Teknik Kimia: Industri Proses Kimia Hingga Pabrik Pengelolaan Proses Kimia

By | May 17, 2022

Berikut ini prospek kerja untuk jurusan Teknik Kimia.

Dilansir laman resmi ITB, Teknik Kimia merupakan program studi yang mempelajari teknologi perancangan pabrik.

Pabrik yang dirancang dapat berupa pabrik kimia, bioproses, makanan, dan masih banyak yang lainnya.

Hampir seluruh pabrik yang ada di dunia dirancang oleh sarjana Teknik Kimia.

Perancangan pabrik yang dimaksud disini adalah merancang proses-proses yang terjadi dalam pabrik, seperti perancangan reaksi dalam reaktor untuk menghasilkan produk yang diharapkan, sistem penggunaan sumber daya yang ada di pabrik, pengendalian proses, dan lain sebagainya.

Tidak hanya perancangan pabrik, mahasiswa juga akan mempelajari bagaimana membuat proses kimia atau biologis yang terjadi baik dalam pabrik maupun luar pabrik menjadi lebih cepat dan efisien agar sesuai yang diharapkan.

Contoh sederhana yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah proses fermentasi, seperti pembuatan yoghurt, roti, keju, kecap, dan lainnya.

Kemudian contoh lainnya adalah pemurnian minyak bumi dan gas alam, proses produksi bensin, solar, biofuel.

Mulai tahun 2003, program studi Teknik Kimia membuka jalur studi baru, sehingga menjadikan program studi Teknik Kimia terdiri atas tiga jalur studi baru, yakni:

TKU (Teknologi Kimia Umum);

BP (Bioproses);

TP (Teknologi Pangan).

Program studi Teknik Kimia membutuhkan kemampuan dasar berupa pengetahuan fisika, kimia, matematika, dan biologi (khusus untuk jalur studi bioproses dan teknologi pangan).

Seorang sarjana Teknik Kimia pada praktiknya akan diminta untuk merancang proses pabrik yang baru atau memperbaiki proses yang telah ada.

Pada awalnya, sarjana Teknik Kimia memulai pekerjaan dengan perancangan neraca massa yang terjadi dalam proses suatu pabrik.

Pada tahap ini, dapat dicari kapasitas produksi, berapa bahan baku yang dibutuhkan, hingga akhirnya berapa jumlah produksi barang yang dihasilkan.

Dalam perancangan proses industri, tentu harus memperhatikan faktor-faktor lainnya, seperti keandalan proses produksi, apakah terlalu mahal atau sudah cukup murah, juga faktor keamanan pabrik, agar tidak terjadi kecelakaan dalam pabrik, seperti ledakan dan sebagainya.

Tahap selanjutnya, dilakukan perancangan (bio)reaktor, perancangan sistem perpipaan, penentuan sistem penggunaan sumber daya dan pengendalian proses.

Jika proses produksi menghasilkan limbah, seorang sarjana Teknik Kimia harus merancang sistem pengolahan limbah agar tidak merugikan lingkungan.

Selain itu, seorang sarjana Teknik Kimia kuga dapat ditugaskan untuk melakukan peningkatan kapasitas produksi pabrik, misalnya dari 500 ton/tahun menjadi 1000 ton/tahun.

Seorang alumni Teknik Kimia dapat memiliki prospek kerja yang cukup luas, seperti pada industri atau bidang sebagai berikut :

1. Industri Proses Kimia (misalnya industri pupuk, pengolahan minyak bumi, kertas, polimer, gas, logam, makanan, obat-obatan, dll);

2. Pabrik Pengelolaan Proses Kimia;

3. Jasa Rekayasa (perancangan proses kimia, pengadaan peralatan pabrik, pengadaan bahan konstruksi, pembangunan pabrik kimia);

4. Instansi Pemerintah;

5. Instansi Pendidikan;

6. Instansi / Lembaga Penelitian;

7. Bank;

8. Wirausaha.

(/Latifah)