Mengenal Pengertian Dan Jenis-jenis Puisi Lengkap Dengan Unsur-unsurnya

By | May 20, 2022

Berikut pengertian dan jenis-jenis puisi lengkap dengan unsur-unsurnya.

Mengutip dari Buku Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas VI yang ditulis oleh Sri Marheni, Yanti Sri Rahayu, dan Sri RahayuPuisi merupakan curahan hati penyair yang dirasakan, dilihat dan dipikirkan dengan menggunakan kata.

Sementara menurut KBBI, Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

Perlu diketahui, terdapat berbagai jenis puisi yang berkembang di Indonesia.

Lalu apa saja jenis-jenis puisi yang berkembang di Indonesia?

Jenis-jenis Puisi yang Berkembang di Indonesia

Berikut jenis-jenis puisi yang berkembang di Indonesia, dikutip dari Gramedia.com:

1. Puisi Lama

Pusi Lama juga disebut dengan puisi klasik.

Puisi lama merupakan sebuah puisi yang memiliki aturan.

Jenis puisi ini masih terikat dengan berbagai aturan dan juga sebuah ketentuan-ketentuan tertentu.

Contohnya seperti jumlah baris yang harus sama pada setiap bait.

2. Puisi Baru

Puisi baru juga disebut dengan puisi bebas.

Puisi baru merupakan puisi yang memiliki bentuk baru dan bersifat modern.

Sehingga puisi ini tidak terikat dengan berbagai ketentuan dan aturan.

3. Puisi Kontemporer

Puisi Kontemporer merupakan sebuah puisi yang ingin ditulis sebebas-bebasnya.

Sehingga tidak terikat oleh ikatan konvensional.

Seperti, nada-nada minor yang menjemukan, tata ungkap yang klise, serta kecarut marutan antara bercampurnya budaya populer dengan sebuah puisi.

4. Puisi Naratif

Puisi Naratif merupakan sebuah puisi yang mengungkapkan suatu cerita.

Puisi ini dibagi dalam beberapa macam seperti, balada yang berisikan cerita mengenai orang perkasa atau tokoh-tokoh pujaan.

5. Puisi Lirik

Puisi Lirik dibagi menjadi beberapa macam seperti ode, elegi dan serenada.

Ode merupakan sebuah puisi yang isinya adalah pujaan-pujaan yang ditujukan kepada seseorang.

Sementara Elegi merupakan puisi yang di dalamnya terdapat makna perasaan duka.

Kemudian Serenada merupakan sebuah sajak percintaan.

6. Puisi Deskriptif

Puisi Deskriptif merupakan puisi yang memungkinkan si penyair bertindak sebagai seseorang yang memberi kesan.

Dalam puisi ini berisi sebuah kesan terhadap suatu peristiwa, keadaan, suasana bahkan benda.

Puisi yang masuk ke dalam jenis puisi ini adalah satire dan puisi yang bersifat kritik sosial.

Unsur-unsur Puisi

Mengutip dari Buku Bahasa Indonesia untuk SD/MI Kelas VI yang ditulis oleh Sri Marheni, Yanti Sri Rahayu, dan Sri Rahayu, berikut unsur-unsur puisi:

1. Irama dan Rima

Irama merupakan keselarasan bunyi pada puisi yang dibentuk oleh pergantian tekanan kata.

Sementara rima adalah persamaan bunyi yang ada dalam baris-baris puisi (sajak).

2. Diksi

Diksi merupakan pilihan kata yang tepat dari penulis.

Diksi dapat berupa gaya bahasa, citraan dan makna konotasi.

3. Baris dan Bait

Baris dalam bait digunakan untuk menentukan bentuk puisi.

Berikut macam-macam bentuk puisi menurut baris dan bait:

Distikon

Distikon merupakan bentuk puisi yang terdiri atas 2 baris per bait.

Tersina

Tersina merupakan bentuk puisi yang terdiri atas 3 baris per bait.

Kuatren

Kuatren adalah bentuk puisi yang terdiri atas 4 baris per bait.

Kuint

Kuint merupakan bentuk puisi yang terdiri atas 5 baris per bait.

Sektet

Sektet merupakan bentuk puisi yang terdiri atas 6 baris per bait.

Septima

Septima merupakan bentuk puisi yang terdiri atas 7 baris per bait.

Oktaf

Oktaf merupakan bentuk puisi yang terdiri atas 8 baris per bait.

Bentuk bebas

Bentuk bebas merupakan bentuk puisi yang tidak terikat oleh baris dan bait.

4. Tema

Tema merupakan ide pokok yang menjiwai sebuah puisi.

(/Farrah Putri)