Kunci Jawaban Tema 7 Kelas 2 SD Halaman 50 51 52 53 54 55 56 57: Sang Kancil Dan Cicak Badung

By | March 15, 2022

Inilah soal dan kunci jawaban buku tematik Tema 7 untuk kelas 2 SD/MI subtema 1 pembelajaran 6 halaman 50, 51, 52, 53, 54, 55, 56, dan 57.

Sejumlah soal ada dalam buku Tema 7 Subtema 1 Pembelajaran 6 Kelas 2 SD Buku Siswa Tematik Terpadu Kurikulum 2013 edisi revisi 2017 halaman 50 sampai 57.

Soal yang muncul di antaranya Tulislah kembali dongeng “Sang Kancil dan Cicak Badung” dengan bahasamu sendiri!

Soal lainnya adalah Sebutkan dua bunyi yang ada di sekitarmu! Kemudian, tentukan bunyi yang lebih panjang dan bunyi yang pendek!

Ada empat subtema dalam buku tematik Kelas 2 SD Tema 7 yang berjudul Kebersamaan.

Pada subtema 1, siswa kelas 2 SD akan belajar mengenai Kebersamaan di Rumah.

Ada beberapa pembelajaran yang bisa dikerjakan siswa kelas 2 SD/MI dalam buku tematik tema 7 subtema 1.

Inilah kunci jawaban dan soal dalam buku tematik 7 untuk kelas 2 SD/MI subtema 1 pembelajaran 6 halaman 50, 51, 52, 53, 54, 55, 56, dan 57:

Ayo Mengamati (Halaman 50)

Berkumpul Bersama Keluarga

Pada Minggu malam, Siti berkumpul bersama keluarga.

Ayah dan Ibu bercerita tentang fabel.

Ayo Bercerita (Halaman 50)

Dengarkan dengan saksama dongeng fabel “Sang Kancil dan Cicak Badung” yang dibawakan oleh guru!

Sang Kancil dan Cicak Badung

Suatu ketika Kancil sedang bercengkrama dengan kawanan semut. Dia meloncat-loncat di sepanjang parit kecil yang dialiri air yang jernih, sementara para semut berlari-lari di pinggir parit sambil menari dan menyanyi. Sebagian semut yang lain berlayar dengan perahu daun-daunan di belakang Sang Kancil.

Ketika para semut melihat segerombol buah apel merah menjulur ke sungai, mereka berteriak-teriak pada Sang Kancil untuk memetiknya.

Maka Sang Kancil dengan gesit melompat dan menyundul apel-apel itu hingga jatuh ke parit, lalu mendorongnya dengan kaki ke tepian. Tak berapa lama kemudian para semut merubungi apel-apel tersebut dan mulai memotongnya menjadi potongan kecil-kecil. Sebagian dipanggul, sebagian lagi diangkut ke atas perahu daun. Begitulah acara bermain dihentikan sejenak setelah mereka menemukan tempat yang nyaman untuk beristirahat sambil menikmati apel.

Namun saat para semut sedang berpesta apel, tiba-tiba muncul binatang melata yang merayap cepat dan Happp!!! menangkap potongan apel yang paling besar dengan lidahnya lalu cepat-cepat kabur.

“Waaahhh ada pencuri! Pencuri! Pencuri!” teriak para semut dengan kagetnya

Kancil yang sedang enak-enak berjemur mengeringkan tubuhnya sambil menikmati manisnya buah apel jadi kaget. Kemudian setelah tahu apa yang telah terjadi maklumlah dia. Rupanya ada cicak badung yang berulah menyerobot potongan apel yang di bawa para semut.

Setelah berpikir sejenak, Si Kancil yang sangat bijaksana ini membisikkan suatu rencana pada para semut. Sontak setelah mendengar kata-kata yang dibisikkan, para semut serentak tertawa terpingkal-pingkal.

Sang Kancil melompat ke semak-semak dan sebentar kemudian kembali dengan membawa segenggam buah kecil berwarna merah. Para semut membawa potongan buah merah itu sambil sebentar-sebentar berhenti karena tak kuat menahan tawa. Rupanya para semut menganggap rencana mereka benar-benar sangat lucu.

Pesta dimulai lagi, para semut kembali makan apel yang telah dipotong kecil-kecil. Buah merah pemberian Sang Kancil sengaja diletakkan di pinggir dan tidak dijaga oleh para semut. Mereka tertawa-tertiwi, bergandengan tangan, menari-nari sambil sebentar-sebentar melirik ke tumpukan buah merah. Ada juga yang menyanyi dengan syair lagu yang lucu-lucu.

Buah merah,
Buah merah
Enak sekali
Jangan lupa kawan
yang paling manis
taruh di pinggir
buat dimakan nanti
Tralala trilili

Di saat para semut sedang berpesta, tiba-tiba Cicak kembali datang dan langsung menangkap buah-buah merah yang diletakkan di pinggir lalu kabur. Anehnya bukannya marah, tapi para semut malahan tertawa terpingkal-pingkal melihat Cicak membawa lari buah-buah itu. Terdengar suara tawa para semut riuh rendah mentertawakan Cicak yang lari sambil menggondol buah merah.

Cicak yang tengah berlari itu jadi bertanya-tanya mengapa para semut tertawa terbahak-bahak melihat dia mencuri buah merah. Kemudian dicicipinya buah merah itu, mmm rasanya manis dan enak. Tak terasa beberapa saat kemudian dia sudah tertidur kekenyangan dan lupa dengan pertanyaan yang timbul dalam benaknya.

Saat terbangun si Cicak penasaran dengan tawa para semut. Maka dia kembali ke pinggir sungai dan mengintip ingin tahu apa yang aneh dengan para semut. Dilihatnya Sang Kancil sedang dikerumuni para semut sambil berbicara sesuatu.

“Jadi buah merah tadi bukan cabe yah??? Percuma dong kita gagal memberi pelajaran pada si pencuri,” kata seekor semut paling besar mewakili teman-temannya.

Rupanya para semut tertawa terpingkal-pingkal karena menyangka buah yang mereka letakkan di pinggir adalah cabe, sehingga si pencuri akan kepedasan saat memakannya. Saat tahu buah merah itu bukan cabe mereka jadi kecewa.

“Kalian terlalu tulus untuk bisa menjebak orang lain. Kalian tak bisa menahan tawa terpingkal-pingkal mendengar rencanaku. Pastilah si pencuri akan curiga dan meneliti buah yang dicurinya. Saat tahu itu cabe, dia tidak akan memakan dan akan kembali untuk mencuri buah lainnya. Jadi aku ganti saja dengan buah strawberry yang banyak di sekitar sini. Biar saja dia kenyang, ntar tidak akan mengganggu kita lagi,” kata Kancil.

Para semut saling berpandang-pandangan dan mengakui bahwa mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa. Pastilah si pencuri mendengar tawa itu dan jadi curiga. Para semut memang tidak bisa berpura-pura, mereka selalu jujur dalam bertindak dan berkata-kata.

“Pencurinya adalah si Cicak kecil yang bandel. Biarlah nanti aku datang ke rumahnya sambil membawa sekeranjang strawberry dan sedikit nasehat. Biar dia tidak mencuri lagi,” kata Si Kancil.

Cicak kecil meneteskan air mata mendengar semua kata-kata Si Kancil. Rupanya Sang Kancil mengganti cabe dengan apel bukan saja karena para semut tidak bisa menahan tawa, tapi juga karena dia sayang pada Cicak kecil. Buktinya Sang Kancil akan datang ke rumahnya sambil membawa sekeranjang strawberry. Diam-diam Cicak kecil merasa dirinya telah melakukan perbuatan hina dina pada makhluk-makhluk yang baik hati.

Ayo Menulis (Halaman 51-52)

Tulislah kembali dongeng “Sang Kancil dan Cicak Badung” dengan bahasamu sendiri!

Jawaban:

Sang Kancil dan Cicak Badung

Pada suatu hari, Kancil sedang bermain-main dengan sekawanan semut di pinggir parit.

Para semut melihat apel merah yang menjulur ke sungai.

Mereka meminta kancil agar memetik apel itu.

Para semut memotong apel tersebut menjadi kecil-kecil dan menikmatinya.

Ketika para semut sedang menikmati apel, datang seekor cicak yang mengambil potongan besar apel.

Para semut berteriak ada pencuri.

Kancil mencari tahu dan menemukan bahwa cicak badung telah mencuri apel para semut.

Kancil membisikkan suatu rencana ke semut.

Kemudian kancil membawa segenggam buah kecil berwarna merah.

Para semut yang melihat buah tersebut tertawa dan menganggap rencana kancil sangatlah lucu.

Para semut melanjutkan memakan apel sambil bernyanyi dan menari-nari.

Buah yang dibawa kancil diletakkan di pinggir dan tidak dijaga.

Cicak datang lagi dan mengambil buah-buahan yang tidak dijaga itu.

Para semut yang mengetahuinya tidak marah malah tertawa senang.

Cicak merasa curiga terhadap semut, tapi tetap memakan buah tersebut hingga kenyang dan tertidur.

Ketika terbangun, cicak penasaran mengapa para semut tertawa.

Ia lalu mengintip para semut yang sedang bertanya kepada kancil apakah buah yang dicuri cicak bukan cabai.

Kancil menjelaskan, apabila cicak mendengar tawa para semut dan mengetahui buah itu adalah cabai, cicak tidak akan jadi memakannya dan malah mencuri buah yang lain.

Oleh karena itu, kancil menggantinya dengan stroberi.

Jika cicak kekenyangan dan tertidur, maka cicak tidak akan mengganggu mereka.

Kemudian kancil berkata, ia akan membawakan sekeranjang stroberi ke rumah cicak dan menasihatinya agar tidak mencuri lagi.

Cicak yang mendengarkan menangis dan diam-diam cicak menyesali perbuatannya.

Ayo Berdiskusi (Halaman 52)

Diskusikan bagaimana sikap kalian terhadap sahabat atau teman! Tuliskan hasil diskusimu!

Jawaban:

Sikap kita terhadap teman adalah berusaha tetap baik dan saling membantu bila ada teman yang kesulitan.

Kita juga harus saling menghargai dan tidak memaksakan kehendak.

Misal, jika kita ingin makan bakso dan teman tidak suka memakannya, kita jangan memaksa.

Dengan sikap ini, maka kebersamaan dan kerukunan akan tetap terjaga.

Ayo Berlatih (Halaman 53-54)

Berilah tanda centang (v) untuk perilaku yang menggambarkan kerukunan atau berilah tanda silang (x) untuk perilaku yang tidak menggambarkan kerukunan!

Jawaban:

Di rumah Siti terdapat jam beker.

Jam tersebut digunakan sebagai alat bantu untuk bangun pagi.

Jam beker memiliki bunyi panjang.

Membandingkan Bunyi Panjang dan Pendek

Ayo Berlatih (Halaman 54-55)

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah!

1. Sebutkan dua bunyi yang ada di sekitarmu!

Kemudian, tentukan bunyi yang lebih panjang dan bunyi yang pendek!

____________________________________________

Bunyi yang lebih panjang adalah __________

Bunyi yang lebih pendek adalah __________

Jawaban:

Ada beberapa bunyi disekitarku seperti bel jam beker, kereta api, sirene ambulans, lonceng, ketokan palu, dan klakson motor.

Bunyi yang lebih panjang adalah bel jam beker, kereta api, dan sirene ambulans.

Bunyi yang lebih pendek adalah lonceng, ketokan palu, dan klakson motor.

2. Berilah tanda garis bawah (____) untuk nada yang panjang pada lagu “Ayamku” berikut:

Jawaban:

Ayo Bernyanyi (Halaman 55)

Ayo menyanyikan lagu “Ayamku”!

Perhatikan panjang dan pendeknya nada pada lagu “Ayamku”!

Jawaban:

Kancil, Semut, dan Cicak akhirnya makan buah apel.

Cicak menyadari kesalahannya karena telah mencuri apel.

Berikut ini Siti memiliki 12 buah apel.

Siti akan membaginya menjadi beberapa bagian.

Ayo Berlatih (Halaman 56-57)

Coba kamu bantu Siti dalam membagi kumpulan buah apel!

Kumpulan buah apel tersebut ada … buah.

Jawaban: 12 buah

1. Siti membagi kumpulan buah apel tersebut menjadi dua bagian yang sama banyak, dengan cara menggambar garis pemisah pada gambar apel di bawah.

Masing-masing bagian menyatakan pecahan _______.

Setengah dari kumpulan buah apel tersebut adalah _______ buah.

Jawaban:

Masing-masing bagian menyatakan pecahan 1/2.

Setengah dari kumpulan buah apel tersebut adalah 6 buah.

2. Siti membagi kumpulan buah apel tersebut menjadi tiga bagian yang sama banyak, dengan cara menggambar garis pemisah pada gambar apel di bawah.

Masing-masing bagian menyatakan pecahan _______ .

Sepertiga dari kumpulan buah apel tersebut adalah _______ buah

Jawaban:

Masing-masing bagian menyatakan pecahan 1/3.

Setengah dari kumpulan buah apel tersebut adalah 4 buah.

3. Siti membagi kumpulan buah apel tersebut menjadi empat bagian yang sama banyak, dengan cara menggambar garis pemisah pada gambar apel di bawah.

Masing-masing bagian menyatakan pecahan _______ .

– Seperempat dari kumpulan buah apel tersebut adalah _______ buah.

Jawaban:

Masing-masing bagian menyatakan pecahan 1/4.

Setengah dari kumpulan buah apel tersebut adalah 3 buah.

Disclaimer:

Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

(/Sri Juliati)