Daftar Negara ASEAN Dan Profil Singkatnya, Ada Indonesia, Malaysia, Hingga Thailand

ASEAN adalah singkatan dari Associations of Southast Asian Nations, sebuah perhimpunan negara di Asia Tenggara.

Pendiri ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand, dikutip dari laman resmi ASEAN.

Perwakilan dari kelima negara pendiri ASEAN menandatangani Deklarasi ASEAN (Bangkok Declaration) di Bangkok, Thailand.

Mereka adalah Menteri Luar Negeri, terdiri dari Adam Malik dari Indonesia, Narciso R. Ramos dari Filipina, Tun Abdul Razak dari Malaysia, S. Rajaratnam dari Singapura, dan Thanat Khoman dari Thailand.

Ada 10 anggota ASEAN, simak daftarnya di bawah ini.

Daftar Negara ASEAN dan Profilnya

1. Indonesia

Tanggal menjadi Anggota ASEAN: 8 Agustus 1967

Indonesia merupakan bagian dari anggota pendiri ASEAN.

Menteri Luar Negeri Indonesia yang menandatangani Deklarasi Bangkok adalah Adam Malik, yang menjabat pada periode 13 November 1963 – 27 Agustus 1964.

Saat ini, Presiden Indonesia yang menjabat adalah Presiden Joko Widodo.

Ibu Kota Negara Indonesia yaitu DKI Jakarta.

Adapun mata uang Indonesia yaitu Rupiah.

Negara ini termasuk Negara Kepulauan yang memiliki 17.508 pulau.

2. Malaysia

Tanggal menjadi Anggota ASEAN: 8 Agustus 1967

Malaysia merupakan bagian dari Negara pendiri ASEAN, yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Tun Abdul Razak.

Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan di Malaysia berbeda, karena negara ini berbentuk Federasi.

Kepala Negara Malaysia memiliki gelar Yang Mulia Seri Paduka Baginda Yang Di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Syah Ibni Almarhum Sultan Haji Ahmad Syah Al-Musta’in Billah.

Baca juga :  Kunci Jawaban Matematika Kelas 8 Halaman 56 57 Cara Menentukan Posisi Titik Koordinat Yang Benar

Sementara Kepala Pemerintahannya adalah Yang Mulia Dato’ Sri Ismail Sabri bin Yaakob.

Negara ini beribukota di Kuala Lumpur.

Ada berbagai bahasa yang digunakan oleh masyarakat Malaysia, di antaranya bahasa Melayu, Inggris, Cina, Tamil.

Mata Uang Malaysia adalah Ringgit.

Wilayah Malaysia yang terdapat di pulau Kalimantan adalah Sabah dan Sarawak, yang berbatas langsung dengan Indonesia.

3. Filipina

Tanggal menjadi Anggota ASEAN: 8 Agustus 1967

Filipina termasuk sebagai pendiri ASEAN, yang diwakili oleh Narciso R. Ramos.

Bentuk Negara Filipina adalah Republik, yang dipimpin oleh seorang Presiden.

Adapun Presiden yang menjabat saat ini adalah Presiden Rodrigo Roa Duterte

Filipina beribukota di Manila.

Negara ini memiliki 7.100 pulau.

Ada tiga bahasa yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat Filipina yaitu Filipina, Inggris, Spanyol.

Mata uang Filipina adalah Peso.

4. Singapura

Tanggal menjadi Anggota ASEAN: 8 Agustus 1967

Singapura menjadi negara pendiri ASEAN, yang diwakili oleh S. Rajaratnam.

Bentuk Singapura adalah Republik Parlementer, yaitu Perdana Menteri sebagai kepala pemerintahan dan Presiden sebagai kepala negara.

Kepala Negara Singapura saat ini adalah Presiden Halimah Yacob dan Kepala Pemerintahannya adalah Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Baca juga :  Pengumuman SBMPTN ITB 2022 Diumumkan Hari Ini, Simak Cara Mengecek Hasil Seleksinya

Singapura memiliki nama ibu kota yang sama dengan nama negara, yaitu Ibu Kota Singapura.

Luas Negara Singapura yaitu 728.6 km², dengan populasi sekitar 5.933.398 penduduk.

Bahasa Inggris, Melayu, Mandarin, dan Tamil adalah bahasa yang dominan digunakan oleh masyarakat Singapura.

5. Thailand

Tanggal menjadi Anggota ASEAN: 8 Agustus 1967

Menteri Luar Negeri Thanat Khoman merupakan wakil Thailand dalam penandatanganan Deklarasi Bangkok.

Bentuk negara Thailand adalah monarki konstitusional, di mana pemerintahan Raja melayani Rakyat Thailand sebagai Kepala Negara, di bawah ketentuan Konstitusi Thailand.

Kepala Pemerintahan Thailand dipimpin oleh Perdana Menteri.

Adapun Kepala Negara yang menjabat saat ini adalah Yang Mulia Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarangkun.

Kepala Pemerintahannya adalah Perdana Menteri Jenderal Prayut Chan-o-cha

Bahasa Thai adalah bahasa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Thailand.

6. Brunei Darussalam

Tanggal menjadi Anggota ASEAN: 7 Januari 1984

Brunei Darussalam merupakan anggota ASEAN yang bergabung pertama setelah ASEAN resmi berdiri.

Corak pemerintahan Brunei Darussalam adalah pemerintahan monarki absolut berdasar hukum Islam.

Kepala Negara Brunei Darussalam saat ini adalah Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izzaddin Waddaulah.

Ibu Kotanya berada di Bandar Seri Begawan, dengan luas negara 5.765 km².

Bahasa yang sering digunakan oleh masyarakat Brunei Darussalam adalah Melayu dan Inggris.

7. Vietnam

Tanggal menjadi Anggota ASEAN: 28 Juli 1995

Baca juga :  Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 4 SD Tema 9 Halaman 139 140 141 142 143: Perubahan Alam

Vietnam adalah negara yang berbentuk republik parlementer, seperti Singapura.

Saat ini, Vietnam dipimpin oleh Kepala Negara Nguyen Phu Trong dan Kepala Pemerintahannya adalah Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc.

Adapun Ibu Kota Negaranya adalah Ha Noi.

8. Laos

Tanggal menjadi Anggota ASEAN: 23 Juli 1997

Laos adalah negara yang berbentuk republik demokratik atau negara satu partai.

Saat ini, Kepala Negara Laos adalah Presiden Bounnhang Vorachith dan Kepala Pemerintahannya Perdana Menteri Thongloun Sisoulith.

Ibu Kota Laos terletak di Kota Vientiane.

Bahasa yang digunakan yaitu Bahasa Laos.

9. Myanmar

Tanggal menjadi Anggota ASEAN: 23 Juli 1997

Myanmar merupakan negara yang berbentuk presidensial.

Kepala Negara Myanmar yang saat ini menjabar adalah U Win Myint.

Ibu Kota Myanmar adalah Nay Pyi Taw

Bahasa yang paling banyak digunakan adalah bahasa Myanmar.

10. Kamboja

Tanggal menjadi Anggota ASEAN: 30 April 1999

Kamboja adalah negara yang berbentuk Monarkhi Konstitusional, di mana kepala negara dipimpin oleh raja dan kelapa pemerintahan dipimpin oleh perdana menteri.

Saat ini, Kepala Negara Kamboja adalah Yang Mulia Raja Norodom Sihamoni dan Kepala Pemerintahannya Perdana Menteri Hun Sen.

Ibu Kota Kamboja berada di Phnom Penh.

Bahasa yang paling banyak digunakan yaitu Bahasa Khmer

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Asean