Contoh Puisi Hari Kartini: Kartiniku Kini, Tanduk Perempuan, Literasi Ubah Negeri, Pesan Pujangga

By | April 20, 2022

Raden Ajeng Kartini adalah tokoh emansipasi wanita di Indonesia yang lahir di Mayong pada hari Senin Pahing, tanggal 21 April 1879 sebagai anak ke-4 dari 8 bersaudara.

Ayahnya merupakan Wedono Mayong bernama R.M.A.A. Sosroningrat dan Ibunya bernama M.A. Ngasirah (Garwo Ampil).

Dikutip dari laman Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, nama R.A. Kartini baru diberikan bertepatan dengan Upacara Pupak Pusar (saat Tali Pusar Putus).

Semasa hidupnya, Kartini memiliki semangat yang kuat di bidang pendidikan, demi memajukan bangsa.

Untuk mengenang perjuangan dan semangatnya, berikut ini beberapa puisi bertema Kartini, yang dikutip dari Perpusnas.

Puisi Bertema Kartini

Kartiniku Kini
oleh Mochammad Ridwan

Saat pena kau tempelkan secarik kertas
Tersusunlah kata-kata sukam meretas
Membawa perubahan awal sepintas
Hingga kaummu menyambut penuh antusias

Kini wahai Kartiniku
Kaummu seakan melupakanmu
Tersibuk dengan lautan ambigu
Terlupa akan sebuah perilaku

Wahai Kartiniku ini
Tidaklah mentari leupa menanti pagi
Saatnya dirimu membekali literasi
Saatnya dirimu penuh inovasi

Wahai Kartiniku kini
Sudahkan dirimu menyelami diri
Mencari dimana peradaban nanti
Mengikuti aliran tsunami teknologi

Sepatah tulisan membawa pesan
Sebarisan kalimat membuyarkan angan
Sebait paragraf merubah peradaban
Majulah Kartiniku kini tuk kemajuan zaman

Tanduk Perempuan
oleh Naurah Risadamayanti

Baswara rupa kami, buntara jiwa kami
Ibu Kartini titip pesan kepada kami
Jaga elok-elok seberkas harga diri
Angkat tinggi-tinggi kehormatan ini

Di saat ini tak lagi perempuan dikekang
Tak ada lagi kami dianggap membangkang
Hak-hak untuk kami kembali secara utuh
Tidak dipentingkan hanya saat butuh

Derajat, kni telah setara adanya
Pendidikan diemban secara merata
Mampu berdiri sejajar dengan putra
Ini masanya kami bebas beroleh

Siapa uang segan suruh kami untuk menunduk?
Jangan pikir kami tidak punya tanduk
Kami dapat saja buas nan liar menyeduruk
Pengetahuan membuat kamu tak lagi terpuruk

Cinta Membaca
oleh Zahdinny Mucharina Fadhillah

Kartini wanita Indonesia
Peranmu di bumi pertiwi belum usai
Selalu dinanti peranmu di bumi ini
Ungkapkan isi hatimu lewat tulisan
Ungkapkan pikiranmu lewat Oleh
Bacalah selalu tuangkan dalam sebuah Oleh
Tanpa literasi hilang jati diri
Jangan sampai hilang diterpa angin
Namun tetaplah ilmu abadi
Dengan literasi bangkitkan budaya baca
Tidak cukup dengan membaca
Tuangkan apa isi dalamnya
Tuangkan dalam bentuk Oleh tulis
Agar dikenal seluruh penjuru
Cinta membaca
Bacalah kamu akan dikenal dunia
Bacalah ilmu sangat luas
Ilmu seluas lautan
Penerus Kartini tidak cukup membaca
Buktikan cinta membaca dan hasilkan Oleh

Literasi Ubah Negeri
oleh Khanipan

Dulu kau diam diri di rumah
Namun kini menduduki berbagai ranah
Kau perjuangkan emansipasi
Majukan bangsa dengan budaya literasi

Kau tuntun mereka yang buta aksara
Ajari mereka bagaimana membaca
Bukan untuk kesombongan
Namun demi kemajuan peradaban

Berawal dari
Ini Bapak Budi
Ini Ibu Budi
Suaramu terdengar lirih
Namun mampu mengubah negeri

Dengan literasi kau paparkan tujuan diri
Berbakti kepada negeri
Mengharumkan nama pertiwi
Untuk kejayaan kini dan nanti

Bekali negeri dengan literasi
Untuk bersaing di globalisasi
Semua berkat emansipasi
Yang kau perjuangkan dari dulu hingga kini

Pesan Pujangga
oleh Zahratul Laili

Jemari bicara,
Merangkai alunan kata yang tak berpijak pada bumi
Menyampaikan sebuah pesan kepada sebagian penduduknya
Mengolah serpihan aksara menjadikan sebuah diksi
Mengalunkan syair agar mereka tahu perihalnya

Kepada penduduk bumi,
Tanah gersang merindukan air mata awan
Daun jatuh terseok untuk melayang
Seperti buku berdebu yang menunggu di perpustakaan
Seperti ilmu pengetahuan yang menunggu untuk dipinang

Kepada perempuan masa kini,
Jangan padamakan lilin-lilin yang telah dinyalakan
Jangan abaikan aungan-aungan macan
Kau adalah pecetak generasi
Harusnya kau nyalakan jiwa lieterasi

Dari jemarimu yang menuliskan kata dengan indah
Dari bicaramu yang menyampikan berjuta pengetahuan
Dari pemikiranmu yang menyimpan gudangnya ilmu
Dari media sosial tempatmu mencari hal baru dan menjelajah dunia

Satu hal kami para pujangga titipkan,
Jadilah Kartini masa kini
Untuk mencetak egnerasi unggul
Berbudi pekerti, serta
Berjiwa literasi

(/Yunita Rahmayanti)

Artikel lain terkait Hari Kartini