Apa Tujuan Utama VOC Di Indonesia? Tujuan Utama Ini Perlahan Menjadi Beberapa Tujuan Lain

By | May 12, 2022

Pada tahun 1595, Belanda berangkat dari Eropa di bawah pimpinan Cornelis de Houtman dan sampai di Indonesia pada tahun 1596 dengan mendarat di Banten.

Sejak pelayaran de Houtman, banyak berdiri perusahaan-perusahaan dagang Belanda yang masing-masing memiliki kapal sendiri dan berlayar ke Indonesia.

Pedagang Belanda dengan didukung oleh pemerintahnya membentuk kongsi dagang yang bernama VOC (Vereenidge Oostindische Compagnie) pada tanggal 20 Maret 1602.

Tujuan VOC di Indonesia

Mengutip gramedia.comtujuan utama dari pembentukan VOC telah tercantum dalam perundingan 15 Januari 1602, yakni “menimbulkan bencana bagi musuh dan guna keamanan tanah air”.

Kata “musuh” dalam perundingan tersebut mengacu pada bangsa Portugis dan Spanyol karena dua negara tersebut saling bergabung menjadi satu kekuasaan dan hendak merebut dominasi perdagangan di Asia (sebelumnya dikuasai oleh Belanda).

Sehingga, melalui adanya VOC, bangsa Belanda masih dapat menjalin hubungan baik dengan masyarakat Nusantara.

Namun, tujuan utama tersebut perlahan menjadi beberapa tujuan lain, yakni,

1. Mengurangi persaingan antar sesama pedagang Belanda

Tujuan pertama dari pembentukan kongsi dagang VOC ini adalah untuk menggabungkan usaha dan menghindari persaingan tidak sehat antar sesama pedagang Belanda.

Hal tersebut dilakukan supaya keuntungan yang diperoleh akan maksimal.

2. Menandingi persaingan dengan pedagang bangsa Eropa lain

Supaya dapat memperkuat posisi Belanda dalam perdagangan Asia, dibentuknya VOC adalah untuk menghadapi persaingan dengan bangsa Eropa lain seperti Portugal dan Spanyol.

3. Memonopoli rempah-rempah di Asia

Tujuan pembentukan VOC jika dilihat lebih jelas adalah untuk menguasai dan memonopoli sistem perdagangan rempah-rempah di Asia, terutama di Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan negara kita ini kaya akan sumber daya rempah-rempahnya.

Sehingga membuat Belanda ingin memonopoli perdagangannya supaya mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.

4. Memegang kekuasaan atas kerajaan-kerajaan di Indonesia

Setelah berusaha ingin menguasai sumber daya rempah-rempahnya, Belanda memiliki tujuan lain dari pembentukan kongsi dagang ini, yakni menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia.

Belanda ingin mengambil alih tentara kerajaan untuk dijadikan prajurit perangnya, sehingga Belanda dapat berpeluang menang dalam perang.

5. Memperkuat posisi Belanda di dunia internasional

Tujuan selanjutnya adalah keinginan Belanda untuk memperkuat posisinya di hadapan dunia internasional.

Dalam persaingan dagang terutama antara bangsa Eropa lainnya, kongsi dagang VOC ini dapat membuat Belanda menjadi lebih disegani.

6. Menyokong anggaran dana kepada pemerintah Belanda

Dari keuntungan yang didapatkan oleh kongsi dagang tersebut, pihak VOC juga turut membantu dana pemerintah Belanda yang tengah krisis akibat diduduki oleh pihak Spanyol.

7. Menduduki tempat-tempat strategis di Indonesia

Tujuan selanjutnya adalah dengan menguasai tempat-tempat strategis yang ada di Indonesia, terutama pelabuhan.

Sehingga pembentukan kongsi dagang VOC selain untuk menguasai sumber daya Indonesia, juga untuk menguasai aset penting dalam pelabuhannya.

8. Menguasai lembaga pemerintahan kerajaan

Tujuan terakhir pembentukan VOC adalah ingin menguasai lembaga pemerintahan tradisional di Indonesia.

Lembaga-lembaga tersebut tetap dipertahankan supaya dapat mudah dipengaruhi.

Faktor Merosotnya VOC

Memasuki akhir abad ke-18, kejayaan VOC mulai merosot.

Faktor internal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.

1. Banyak pegawai VOC melakukan korupsi.

2. Sulitnya melakukan pengawasan terhadap daerah penguasaan VOC yang sangat luas.

Faktor eksternal yang menyebabkan kemerosotan VOC adalah sebagai berikut.

1. Meletusnya Revolusi Prancis menyebabkan Belanda jatuh ke tangan Prancis di bawah pimpinan Napoleon Bonaparte.

2. Penentangan oleh rakyat Indonesia terhadap VOC dalam bentuk peperangan yang banyak menyedot pembiayaan dan tenaga.

Pada tanggal 15 Januari 1808, Herman W. Daendels menerima kekuasaan dari Gubernur Jenderal Weise.

Daendels dibebani tugas mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris karena Inggris telah menguasai daerah kekuasaan VOC di Sumatra, Ambon, dan Banda.

Sebagai gubernur jenderal, langkah-langkah yang ditempuh Daendels antara lain:

1. meningkatkan jumlah tentara dengan cara mengambil dari berbagai suku bangsa di Indonesia,

2. membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya,

3. membangun pangkalan armada di Anyer dan Ujung Kulon,

4. membangun jalan raya dari Anyer hingga Panarukan sepanjang lebih kurang 1.100 km, dan

5. membangun benteng-benteng pertahanan.

Daendels menerapkan sistem kerja paksa (rodi).

Daendels juga melakukan berbagai usaha untuk mengumpulkan dana dalam menghadapi Inggris, antara lain: mengadakan penyerahan hasil bumi, memaksa rakyat menjual hasil buminya kepada pemerintah Belanda dengan harga murah, mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam kopi, dan menjual tanah-tanah.

Sumber: Buku Tematik Tema 7 Kelas 5 SD Edisi Revisi 2017

Artikel terkait Lainnya

(/Widya)